Pemkot Semarang Jadi Pemda Pertama yang Menyelesaikan Sertifikasi Aset Tanah Negara
Semarang - Pemerintah Kota Semarang kembali mendapatkan apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang tercatat sebagai Pemerintah daerah pertama di Indonesia yang menyelesaikan seratus persen sertifikasi aset tanah milik negara.
Apresiasi diberikan kepada Kota Semarang setelah berhasil melakukan sertifikasi aset sepanjang 2021 sebanyak 25.380, sehingga kini aset tanah Pemkot Semarang telah bersertifikasi 100 persen sebanyak 27.339 sertifikat.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersyukur dan berterima kasih kepada KPK atas apresiasi bagi Pemkot Semarang tersebut.
"Kami berterima kasih atas apresiasi dari KPK ini. Sebagaimana kita tahu, salah satu agenda prioritas Presiden Jokowi yakni reformasi agraria dan birokrasi. Sehingga kami di level daerah ingin memastikan agenda tersebut tercapai khususnya di Kota Semarang," ujar Hendi sapaan akrab walikota Semarang, Jumat (21/1/2022)
Melalui program sertifikasi aset Pemda tersebut, diharapkan terwujud upaya pencegahan korupsi melalui tata kelola Pemda yang baik dan akuntabel.
Ia mengaku sejak awal pihaknya memang sudah mematok target untuk bergerak cepat.
“Tujuannnya agar aset Pemkot Semarang sudah jelas, tercatat dan tersertifikasi, sehingga tidak ada celah penyalahgunaan aset negara," paparnya.
Dengan tercatat dan tersertifikasinya aset milik Pemkot tersebut sekaligus menutup peluang korupsi bagi pihak-pihak terkait. Dirinya juga berharap apresiasi yang diberikan kepada Kota Semarang dapat terus meningkatkan motivasi semangat kerja.
Selain itu, dengan adanya penghargaan ini Hendi berharap dapat terus mempertahankan kinerjanya dan dapat terus bergerak bersama mencegah dan meminimalkan potensi korupsi.
Selain Kota Semarang, beberapa pemerintah daerah lain juga menerima apresiasi dari KPK. Pemerintah daerah lainnya yang tahun 2021 telah mewujudkan kinerja terbaik dengan menyelesaikan tuntas atau seratus persen sertifikasi aset tanah milik Pemda yaitu Pemerintah Kabupaten Demak dengan total sertifikat 1.251 dan Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan total sertifikat sebanyak 2.027

Facebook Comments