Eva Sundari : ‘KPU Harusnya Coret Bacaleg Yang Pindah Partai’

SWARASEMAR.COM | Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menegaskan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) seharusnya mencoret Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dengan latar belakang masih anggota DPR yang tiba-tiba pindah partai, kemudian maju lagi sebagai Bacaleg.

Dengan berhenti menjadi anggota DPR karena maju sebagai Bacaleg, kata Eva, berarti meninggalkan Konstituen secara tidak bertanggungjawab.

“Ini kan masalah tanggung jawab ketika seseorang bersumpah untuk melaksanakan tugas setia kepada Pancasila dan konsituen harusnya kan sampai selesai. Di DPR itu kan sumpahnya adalah akan membela Dapil saya. tetapi ditengah jalan kemudian mundur, kan nggak boleh,” ujar Eva di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Sementara menurut aturan, kata Eva, yang boleh mundur itu, satu karena meninggal dunia, yang kedua karena melakukan tindakan pidana.

“Ini kan mundur karena maunya sendiri, dan artinya tidak melaksanakan kewajiban atau tugas. Apalagi kemudian kelak dia mau masuk lagi dengan partai lain, berarti inikan nggak serius melakukan tugasnya,” tegas Eva.

Menurut Eva, cara pindah partai seperti ini juga tidak fair, misalkan partai politik yang tidak mau kerja keras untuk kaderisasi, tidak mau kerja keras untuk membangun mulai nol, tapi kemudian mengambil yang sudah jadi demi kursi.

“Pengen nambah kursi ini menurut saya playing field nggak fair juga. Jadi KPU harusnya kalau memang seseorang itu karena korupsi nggak boleh nyaleg, harusnya aturannya orang yang meninggalkan tugas dan pindah itu nggak beloh nyaleg juga dong. Inikan banyak pakem etik yang sudah dilanggar,” jelasnya.‎

Kata Eva, langkah itu akan adil untuk demokrasi yang lebih sehat dan akuntabel di masa yang akan datang.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *