Bawaslu Melarang Perekaman Dalam Bilik Suara Pilkada

SWARASEMAR.COM | Masyarakat agar tidak merekam aktivitas para pemilih dalam proses pencoblosan suara melalui bilik suara di pilkada Maluku Utara (Malut).

Bawaslu Malut melarang mengeluarkan larangan tersebut dan mempidanakan bagi yang melanggarnya.

“Pemilih dilarang merekam aktivitasnya di bilik suara, baik melalui foto maupun video. Larangan itu secara jelas tertulis dan ada dalam aturan Perbawaslu nomor 13 Tahun 2018 Pasal 17 poin (t),” kata Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Malut, Aslan Hasan di Ternate, Sabtu (23/6).

Dilansir dari Antara, Aslan Hasan mengatakan, para pemilih tentunya akan menyalurkan hak suaranya untuk memilih calon kepala daerah, tetapi, yang patut dicermati pemilih adalah aktivitas saat mencoblos. Melihat fenomena pemilihan sebelumnya, tidak sedikit yang kerap mengunggah kegiatan rahasia mereka saat berada di bilik suara di tempat pemungutan suara (TPS) dan banyak yang tak tahu bahwa hal tersebut jelas-jelas dilarang aturan perundang-undangan.

Dia menegaskan, pemilih untuk tidak membawa telepon genggam dan atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara. Tidak hanya itu, kata Aslan, larangan membawa alat perekam atau telepon genggam di bilik suara juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

“Bagi siapa pun yang melanggar, dikenai ancaman pidana. Dalam Pasal 187 A ayat (1), ancaman pidananya minimal satu tahun maksimal dua tahun serta denda minimal Rp12 juta dan maksimal Rp36 juta,” cetusnya.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *