Makna & Kesakralan Ketupat “Tradisi Islami” Ketika Selalu Ada di Saat Umat Islam Rayakan Lebaran

SWARASEMAR.COM | Ketupat atau kupat merupakan hidangan khas Asia Tenggara dengan bahan dasar beras yang dibungkus dari anyaman daun kelapa muda (janur), atau kadang-kadang dari daun palma yang lain.

Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran sampai 5 hari berikutnya ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa atau menyajikan ketupat di hari ketujuh sesudah lebaran saja atau biasa disebut dengan Hari Raya Ketupat. Makna ketupat merupakan ungkapan budaya yang mengandung falsafah hidup yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, yaitu sebagai dasar dalam bersikap dan bertindak.

Makanan khas yang menggunakan ketupat, seperti kupat tahu (Sunda), katupat kandangan (Banjar), Grabag (kabupaten Magelang), kupat glabet (Kota Tegal), coto makassar (dari Makassar, ketupat dinamakan katupa), lotek, & gado-gado yang dapat dihidangkan dengan ketupat atau lontong.

Membuat ketupat, terutama anyamannya, diperlukan daya kreatif tersendiri agar dapat menghasilkan kantong-kantong anyaman jamur yang memiliki nilai seni. Memang tidak semua orang dapat membuat ketupat dan untuk dapat membuat perlu belajar menganyamnya.

Dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut 7 (lebih umum) & jajaran genjang bersudut 6. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu panjang & lebar, tidak terlalu muda serta tidak terlalu tua.

Tradisi ketupat lebaran menurut cerita adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa ku = ngaku (mengakui) & pat = lepat (kesalahan)
yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran Islam di Pulau Jawa yang pada waktu itu masih banyak yang meyakini kesakralan kupat.

Asilmilasi budaya & keyakinan ini akhirnya mampu menggeser kesakralan ketupat menjadi tradisi Islami ketika ketupat menjadi makanan
yang selalu ada di saat umat Islam merayakan lebaran sebagai momen yang tepat untuk saling meminta maaf & mengakui kesalahan. Ketupat sebagai ungkapan budaya adalah merupakan simbol yang di dalamnya terkandung makna & pesan tentang kebaikan.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *