Saham “Wall Street Naik”, Tingkat Pengangguran AS Turun Ke Level Terendah

SWARASEMAR.COM | Setelah laporan pekerjaan bulanan Amerika Serikat (AS) terbaru Saham Wall Street naik pada hari Jumat (1/6/18), hal ini menunjukkan kekuatan dalam perekonomian AS dan ketegangan geopolitik mereda.

Pada bulan Mei data pemerintah menunjukkan ekonomi AS menambahkan 223.000 lapangan kerja non-pertanian dan upah rata-rata per jam meningkat 0,3%, keduanya melampaui perkiraan para ekonom.

Dimana sebaliknya, tingkat pengangguran turun ke level terendah selama 18 tahun ke 3,8%. Data belanja konstruksi dan produksi industri juga menunjukkan percepatan pertumbuhan ekonomi. Pasar batal bergerak lebih buruk karena Italia berhasil membentuk pemerintahan koalisi, sehingga menghilangkan risiko pemungutan suara ulang yang didominasi oleh perdebatan tentang apakah negara akan keluar dari euro atau tidak.

Faktor geopolitik lebih kalem karena Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya kembali rencana pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni ini.

Menurut Stephen Massocca, wakil presiden senior di Wedbush Securities di San Francisco, “Perekonomian Trump terus bekerja dengan sangat baik”,  “Ini kabar baik untuk pasar.”

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 219,37 poin (0,9%) menjadi 24.635,21. Indeks S&P 500 naik 29,35 poin (1,08%) menjadi 2,734.62. Adapun Nasdaq Composite bertambah 112,22 poin (1,51%) menjadi 7.554,33.

Indeks Volatilitas CBOE, barometer perkiraan \pasar jangka pendek, berakhir di 13,46, level penutupan terendah dalam seminggu. Sepanjang pekan ini, Indeks S&P 500 telah naik 0,48%, Indeks Dow turun 0,48%, dan Nasdaq naik 1,62%.

Menurut pandangan beberapa investor, data ekonomi yang kuat ini meningkatkan kemungkinan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga empat kali tahun ini. Kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga akan mengurangi pertumbuhan di masa depan telah mengirim saham AS jatuh pada beberapa kesempatan tahun ini.

Namun investor mengatakan mereka belum menemukan tanda-tanda itu dari pengumuman data ekonomi Jumat kemarin. “Nilai upah memang menghangat, tetapi itu tidak cukup untuk menakuti orang,” ucap Massocca.

Namun demikian investor mengawasi perkembangan perdagangan setelah Washington memberlakukan tarif baja dan aluminium pada impor dari Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Kanada dan Meksiko membalas dengan membidik impor baja dan aluminium AS dan produk-produk seperti wiski & blue jeans.

***

Sumber Berita : kontan.co.id


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *