Hacker Rusia Ganggu Ribuan Router Rumah di Amerika

SWARASEMAR.COM | Pihak Biro Investigasi Federal (FBI) memperingatkan bahwa perentas komputer Rusia telah mengganggu ratusan dari ribuan router rumah dan kantor. Aksi ini bisa mengumpulkan informasi pengguna dan mematikan lalu lintas jaringan pada Jumat (25/5) waktu setempat.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (26/5), perentasan itu dilakukan oleh kelompok bernama Sofacy atau dikenal APT28 dan Fancy Bear. Mereka telah disalahkan atas aksi dramatis yang dilakukan Hacker Rusia, dimana salah satunya kepada Komite Nasional Demokrat saat kampanye Presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Pejabat FBI mengatakan kalau jenis perangkat yang terinfeksi oleh hacker dibeli pengguna dari toko elektronik ataupun secara online. Meski tidak menutup kemungkinan, router yang disediakan perusahaan layanan internet pun ikut terpengaruh.

Peringatan tersebut muncul setelah Rabu (23/5) Departemen Kehakiman Amerika Serikat memerintahkan FBI untuk merebut situs web yang direncanakan para hacker akan memberi instruksi kepada router. Meski langkah itu masih memungkinkan router terinfeksi, namun peringatan Jumat itu dalam upaya membersihkan mesin tersebut.

Sebagai langkah perlindungan, pihak penegak hukum “Negeri Paman Sam” mendesak para pemilik banyak merek dari router itu agar segera mematikan dan menghidupkan kembali. Kemudian mengunduh pembaharuan dari produsen router itu.

Infeksi itu setidaknya sudah menjalar di lebih 50 negara. Salah satu target utamanya adalah Ukraine, dimana tempat yang baru-baru ini banyak terjena infeksi dan tengah lama menghadapi pertarungan Cyberwarfare.

Para Ahli Barat menyebut Rusia telah melakukan serangkaian serangan siber kepada perusahaan-perusahaan di Ukraina lebih dari setahun ini. Aksi di tengah pertempuran kedua negara itu telah menyebabkan kerusakan hingga ratusan juta dollar dan mengakibatkan pemadaman listrik.

Perusahaan Telekomunikasi Cisco Sytem Inc telah berbagi rincian teknis penyelidikannya kepada pemerintah Amerika Serikat dan Ukraina. Mereka menyebut perentasan Rusia menargetkan perangkat dari Linksys Belts International, MikroTik, Netgear Inc, TP Link dan QNAP.

FBI mendesak pengguna untuk me-reboot perangkat mereka untuk sementara agar mengganggu Malware dan mengidentifikasi perangkat terinfeksi. Selain itu juga menonaktifkan pengaturan manajemen jarak jauh serta mengubah kata sandi dan mengupgrade ke firmware terbaru.

“Ukuran dan ruang lingkup infrastruktur oleh Malware VPNFilter sangat signifikan,” ungkap FBI. Jika sudah menginfeksi, dia mampu membuat router orang tak bisa beroperasi.

Akan tuduhan hacker ke pemerintah Ukraina itu, Kremlin membantah kalau Rusia merencanakan serangan Siber pada badan-badan dan perusahaan swasta di Ukraina menjelang Liga Champions Sepak Bola di Kiev, Sabtu mendatang.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *