Makam Wonobodro Termasyhur Sebagai Wisata Religi Paling Legendaris Di Jawa Tengah

SWARASEMAR.COM, Batang | Makam Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang berada di Bukit Wonobodro, perbukitan tidak begitu tinggi di Desa Wonobodro, Kec. Blado, Kab. Batang, Jawa Tengah.

Warga mempercayai bahwa yang ada di Bukit Wonobodro adalah makam atau petilasan Syekh Maulana Maghribi yang paling tua, dengan alasan banyaknya peziarah yang datang ke tempat ini terutama sejak setengah bulan sebelum bulan puasa.

Makam Syekh Maghribi berada di bukit Wonobodro, perbukitan yang tak begitu tinggi di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa tengah. Banyak yang menyebut kawasan ini sebagai kampung wali, karena ulama penyebar Islam ini berusia cukup tua sebelum hadirnya Walisongo di Tanah Jawa.

Wonobodro termasyhur sebagai wisata religi paling legendaris di Jawa Tengah. Dimana makam Syekh Maghribi yang dirawatnya adalah situs makam tokoh penyebar Islam tertua. Ia dan masyarakat sekitar meyakini bahwa kawasan Wonobodro sebagai kampung wali sebelum menyebar ke sudut-sudut pulau Jawa.

Wonobodro dahulunya merupakan kawasan hutan yang dijadikan tempat untuk melakukan bebadran. Bebadran memiliki arti orang-orang yang melakukan laku tertentu untuk mencapai kemuliaan hidup. Kemuliaan hidup bisa berupa pemangku jabatan atau kekuasaan untuk mendapatkan penghormatan tertinggi di masyarakat.

Karisma Syekh Maghribi, dikenang oleh seluruh masyarakat Islam Pantai Utara. Beliau pula yang merupakan tokoh pendiri pesantren pertama di tanah Jawa. Putra dari ulama Persia, Maulana Jumadil Kubro, itu datang ke tanah Jawa dari Negeri Champa (Kamboja) sekitar tahun 1400-an.

Di bukit Wonobodro terdapat air pancuran yang dipercaya sebagai petilasan tempat mengambil wudhu Syekh Maghribi. Banyak peziarah yang mengambilnya untuk dibawa pulang. Konon, dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Di daerah dekat makam ada juga sebuah pohon besar berdiameter delapan meter. Masyarakat setempat menyebutnya pohon Jlamprang, karena memiliki penampakan urat-urat kayu yang sudah tua & garis-garis amat menonjol. Dilihat dari lingkaran pada lapisan kayunya, diperkiraan pohon ini hidup satu zaman dengan Syekh Maghribi.

Masyarakat Islam pesisir mempercayai bahwa berdoa di makam Syekh Maghribi kemungkinan besar keinginannya akan terkabul. Tidak hanya masyarakat biasa, sejumlah pejabat kerap berziarah ke tempat ini.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *