Perlu Payung Hukum Segera Untuk Mencegah Kasus-Kasus Terorisme

SWARASEMAR.COM, Jakarta | Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menganggap penundaan penindakan oleh polisi adalah karena akibat payung hukum saat ini.

“Sebelum ada bukti permulaan yang cukup, tidak ada kewenangan untuk dilakukan penindakan. Ini yang berupaya diubah di UU Antiteror yang baru. Kalau tidak ada bukti yang cukup, sekarang tidak bisa diapa-apakan,” ujar Wawan.

“Kalau dulu sebelum reformasi masih boleh, tangkap dulu baru buktikan. Kalau sekarang jadinya wait and see, jadinya delay-delay”, tambahnya.

Polisi menyebut payung hukum itu sangat penting untuk mencegah kasus-kasus terorisme. 

Oleh karena itu Kepolisian Republik Indonesia mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mempercepat penyelesaian revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Terorisme). 

“UU terorisme sekarang sifatnya responsif, jadi kalo belum bertindak tidak bisa ditangkap. Kami berharap petugas Polri diberikan kewenangan upaya preventif,” kata Kepala Divisi Humas Polri pengganti Irjen. Pol. Boy Rafli Amar dalam konferensi pers di Mabes Polri, Minggu (13/5).

Ketiadaan payung hukum itu membuat Polri maupun Densus 88 kesulitan untuk langsung menangkap sel-sel tidur terorisme meski pihak yang berwajib sudah mengetahui rencana mereka. 

“Harapannya kalau sudah terafiliasi dengan salah satu (organisasi teroris) maka bisa ditangkap dan diproses. Kalau ada bahan peledak peluru tanpa izin bisa dikenakan UU terorisme. Tapi sekarang nggak,” lanjutnya. 

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu sebelumnya juga meminta hal yang sama menyusul aksi teror di dalam Mako Brimob. Ia juga mendukung penuh masuknya keterlibatan TNI dalam memberantas terorisme di Indonesia, dalam revisi UU tersebut. 

Di Cianjur, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menembak mati empat orang terduga teroris di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (13/5).

Ini terjadi hanya beberapa jam setelah bom meledak di tiga gereja berbeda di Surabaya yang menewaskan 10 orang dan membuat puluhan lainnya terluka.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *