Jangan Berikan Toleransi Sedikitpun Kepada Terorisme

SWARASEMAR.COM, Jakarta | Aksi terorisme melalui bom bunuh bunuh diri di tiga lokasi rumah ibadah di Surabaya yang dilakukan secara beruntun, yakni penyerangan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob Depok pada Selasa hingga Kamis (8-10/5) dan kemudian aksi bom bunuh diri di tiga lokasi di Surabaya Minggu (13/5), menunjukkan Indonesia sudah memasuki darurat terorisme.

Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI menegaskan, bahwa Negara jangan memberikan ruang toleransi sedikitpun kepada para pelaku tindak kekerasan dan terorisme.

“Apalagi tindakan kekerasan dan terorisme itu sampai menimbulkan korban jiwa dan mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat,” kata Bambag Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (13/5).

Politisi Partai Golkar ini itu menyatakan mengutuk keras aksi peledakan bom bunuh diri di tiga lokasi di Surabaya, apalagi aksi tersebut sampai menimbulkan korban jiwa meninggal dunia.

“Kejadian di Surabaya ini menyadarkan publik bahwa para pelaku teror hidup di tengah masyarakat,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Bamsoet menduga, ada kemungkinan para pelaku teror juga ada media sosial yang selama ini mengutuk dan mencaci maki aparat yang melakukan penindakan kepada para terduga teroris dengan tuduhan pelanggaran HAM. Mantan Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum ini juga menduga, tragedi penyerangan dan penyanderaan di Mako Brimob Depok pada Selasa hingga Kamis (8-10/5) lalu, membangkitkan sel-sel jaringan teroris yang selama ini terkesan tidur mulai muncul ke permukaan.

“Kita tidak tahu, berapa banyak lagi target kelompok teroris ini,” katanya.

Sebagai ketua DPR RI, Bamsoet mendorong aparat penegak hukum untuk segera mengungkap jaringan pelaku terorisme serta menindak tegas melalui proses hukum, tanpa pandang bulu. Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN), kata dia, harus segera mengusut tuntas pelaku pengeboman di tiga lokasi di Surabaya, beserta motifnya secara professional, objektif, dan saksama.

Jika Polri dan institusi penegakan hukum lainnnya tidak bergerak cepat mengatasi jaringan terorisme, kata dia, akan muncul pihak yang memprovokasi masyarakat, sehingga mengganggu kerukunan kehidupan bermasyarakat.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *