Bom Surabaya Tidak Berdampak Pada Iklim Investasi

SWARASEMAR.COM, Jakarta | Ekonom Institut Development of Institute Bhima Yudhistira Adhinegara berpendapat bahwa perilaku terorisme yang terjadi akhir-akhir ini berdampak kecil pada investasi. Investor saat ini lebih mencermati data data ekonomi makro dan tren kenaikan bunga acuan The Fed.

‎”Saya optimistis penanganan dari aparat keamanan untuk mengembalikan kondisi di Surabaya bisa berjalan cepat. Jadi, efek yang ditimbulkan ke kepercayaan investor juga kecil,” ujar Bhimas saat dihubungi di Jakarta, Minggu 13 Mei 2018.

Bhima mencontohkan, saat Mako Brimob dikuasai napi teroris, hal itu tidak berdampak ke sentimen pasar.

“IHSG pada 9 Mei 2018 ditutup naik 2,31 persen dan pada 11 Mei 2018 naik 0,83 persen,” ujar dia.

Menurut Bhima,‎ investor saat ini lebih mencermati data data ekonomi makro dan tren kenaikan bunga acuan The Fed.

“Saya kira pekan depan IHSG justru dibuka menguat ke 6.000-6.100,” ujar dia.

Sementara iklim dunia usaha di lokasi surabaya juga tidak terlalu terdampak. Menuurt Bhimas, prospek bisnis di surabaya masih cerah dengan tingkat populasi kelas menengah yang semakin besar. 

Tahun 2017 lalu pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 5,45%. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,1%.  

“Pengembangan kawasan industri disekitar surabaya juga bagus. Dampak dari teror hari minggu ini kecil sekali. Pelaku usaha saya kira sangat rasional mlihat prospek jangka panjang,” ujar dia.

Biadab

Seperti diketahui, rangkaian aksi bom bunuh diri terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 7.30 WIB di tiga rumah ibadah, yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (STMB), Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro Surabaya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuno, Kota Surabaya.

Korban meninggal akibat aksi teror tersebut sedikitnya berjumlah 14 orang. Sementara 41 orang lainnya terluka.

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah petinggi negara lainnya langsung meninjau lokasi pengeboman di Surabaya. Ia juga menjenguk korban di rumah sakit setempat. 

Presiden mengutuk keras aksi terorisme dan radikalisme itu dan menyebutnya sebagai tindakan biadab dan di luar batas kemanusian.

“Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusian yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang tak berdosa,” kata Jokowi.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *