Ganjar Pranowo: ‘Jalan Tol Semarang-Demak Atasi Kemacetan dan Mempercepat Waktu Tempuh’

SWARASEMAR.COM, Semarang | Lamanya waktu tempuh ke Semarang dikeluhkan sejumlah pengusaha yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah.

Para pengusaha tersebut mengeluhkanA� akses transportasi menuju Kota Semarang, apalagi ditambah dengan banjir rob, waktu yang ditempuh menjadi lebih lama.

Salah satu pengusaha Djoko Hariyanto menyampaikan keluhannya saat bertemu dengan dua calon Gubernur Jateng di Semarang pada Selasa (10/4/2018) lalu.

“Saya menyampaikan protes dari warga kudus. Ketika rob, ke Semarang bisa sampai berjam-jam. Kalau bisa 1/2 jam ke bandara,” ujarnya.

Sudirman Said, calon gubernur yang diusung koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PKB, menilai bahwa rute Semarang-Demak sebagai rute sibuk.

Terkadang, waktu tempuh dari Semarang hingga ke Kudus tidak cukup 2 jam. Sudirman pun mengusulkan agar perlintasan di daerah sibuk tersebut dibangunA�flyover. Dengan demikian,A� akses kemacetan bisa berkurang.

“Jalan ke sana memang belum tentu 2-3 jam, apa enggak bisa jalan tol? Saya ingin perlintasan inginA�flyover, jalan (banjir) dinaikkan dikit misalnya itu jadi solusi,” jawab Sudirman di sela forum dengan pengusaha.

Sudirman mengusulkan agar jalur lama kereta api dari Semarang ke Kudus diaktifkan kembali. DiaA� yakin pembukaan jalur itu akan diminati karena ketepatan waktunya.

“Kereta Api Semarang-Kudus itu pasti jalur padat. Itu dapat menarik perusahaan sejenis. Kami memikirkan bagaimana memecahkan kemacetan,” ujarnya.

Sementara itu, calon gubernur Ganjar Pranowo mengandalkan jalan tol sebagai alternatif mengatasi kemacetan. Selain dapat mempercepat waktu tempuh Semarang-Demak, jalan tol juga berfungsi sebagai tanggul laut penahan air rob.

“Jalan tol Semarang-Demak tengah direncanakan,” ucapnya.

Hanya saja, realisasi jalan tol itu belum tampak nyata. Jalan tol itu ditarget akan mulai dikerjakan konstruksinya pada Agustus 2018 ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menjelaskan, konstruksi pada Agustus direncanakan karena syarat terkait pembangunan jalan tol sudah terpenuhi. Penetapan lokasi yang baru juga sudah disetujui oleh Kementerian Agraria-Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Jalan tol disepakati dibangun di sisi pantai dan menjadi tanggul penahan air laut agar tidak masuk ke daratan.

“Target 2019 selesai, konstruksinya 1 tahun dan harus dikebut,a�? kata Puryono.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *