Fakta Sejarah Yang Memberikan Arti Besar Kepada Masjid Agung Baiturrahman

SWARASEMAR.COM, Aceh | Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 masehi. Bangunan indah dan megah yang mirip dengan Taj Mahal, India.

Masjid Agung Baiturrahman terletak di pusat kota Banda Aceh. Ditandai oleh menara setinggi 35 m, 7 kubah besar dan 7 menara masjid, Baiturrahman kemungkinan menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Indonesia & semenanjung Malaysia, menggantikan masjid dengan gaya atap berlapis-lapis.

Menjadi tempat sejarah yang mempunyai nilai histori tinggi, Masjid Raya Baiturrahman juga dijadikan sebagai Tempat Wisata Budaya yang mampu membuat para wisatawan yang datang berdecak kagum akan sejarah dan keindahan arsitekturnya, ukirannya yang menarik, halaman yang luas dengan kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani.

Dinding putih cerahnya serta kubah megah berwarna hitam, masjid agung berusia 130 tahun ini adalah bangunan yang indah. Di masjid ini ratusan orang mengungsi dari bencana tsunami tahun 2004 lalu yang hampir meratakan seluruh kota.

Masjid ini juga merupakan situs bersejarah yang telah ada sejak era kejayaan Kesultanan Aceh dan bertahan sampai saat ini. Masjid ini telah melalui berbagai hal, mulai dari tragedi pembakaran oleh kolonial Belanda tahun 1873 hingga hantaman tsunami di akhir 2004.

Saat gelombang tsunami setinggi 21 meter menghantam pesisir Banda Aceh pada 26 Desember 2004, masjid ini termasuk bangunan yang selamat meski terjadi kerusakan di beberapa bagian masjid.

Proses renovasi selesai pada 15 Januari 2008. Saat ini, Masjid Raya Baiturrahman menjadi pusat pengembangan aktivitas keislaman bagi masyarakat Banda Aceh.

Hal ini merupakan fakta yang memberikan arti besar kepada Masjid Agung Baiturrahman di kota Banda Aceh. Masjid ini lebih dari sekedar karya besar dari arsitektur Islam di Indonesia, karena dapat bertahan dari bencana tsunami yang dipandang oleh banyak orang sebagai campur tangan langsung dari Sang Pencipta.

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *