Ganjar: Audit Gudang Bulog

SWARASEMAR.COM, Semarang | Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh gudang milik Bulog diaudit untuk mencegah pencurian beras.

“Jangan sampai gudang lain juga ada maling. Jangan sampai upaya Jateng berdaulat pangan hancur oleh aksi maling-maling tersebut,” kata Ganjar.

Ganjar mengapresiasi pimpinan Bulog yang menangani kasus hilangnya beras Bulog dari di Gudang Randugarut, Semarang. Apalagi, kasus itu kemudian dilaporkan ke aparat penegak hukum. Dia berharap proses hukum dapat menjerat pelaku,A�Kamis (24/8).A�

“Pelaku yang diduga pegawai Bulog sendiri harus ditindak tegas dan dihukum secara setimpal atas perbuatan mereka,” kata Ganjar.

Sebanyak 600 ton beras Bulog di Gudang Randugarut, Semarang, Jawa Tengah, hilang. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng tengah memeriksa pegawai Bulog. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng Sugeng Riyadi di Semarang, kemarin, mengakui kejaksaan menindaklanjuti laporan Bulog atas hilangnya 600 ton beras yang disimpan di Gudang Randugarut, Kejati, lanjut dia, telah memeriksa lima saksi.

“Kami masih memeriksa dan mengumpulkan barang bukti atas hilangnya 600 ton beras di gudang Bulog,” katanya.

Dari hasil investigasi,A�lanjut Sugeng, pengambilan beras dilakukan dengan cara mengelabuhi tumpukan. Di bagian bawah tumpukan beras diganjal dengan penyangga sehingga terlihat tumpukan yang tinggi. Namun setelah diteliti, ujar Sugeng, di bagian bawah tumpukan kosong.

“Saksi sudah diperiksa. Kepala gudang juga dipanggil untuk pemeriksaan, namun hingga kini belum datang,” imbuhnya.

Kepala Divre Perum Bulog Jateng Djoni Ashari membenarkan temuan 600 ton beras yang hilang dari Gudang Bulog. Temuan itu, lanjut dia, telah dilaporkan ke kejaksaan. Secara internal, lanjut dia, beberapa karyawan telah diperiksa maupun dinonaktifkan. Dia menjelaskan, kasus itu terbongkar setelah ada laporan staf Bulog yang menduga terjadi penyimpangan. Dari laporan itu dilanjutkan dengan pemeriksaan yang mendapati terjadi kekurangan 600 ton.

“Setelah terkumpul bukti dan pemeriksaan secara internal, kami lanjutkan dengan laporkan masalah ini ke Kejati,” tambahnya.

Sejumlah kasus serupa juga pernah terjadi di daerah lain seperti di Pamekasan, Jawa Timur. Sejumlah pegawai Bulog dipecat lantaran menggelapkan 1.504,7 ton beras untuk warga miskin dari Gudang Bulog Pamekasan.

Lalu, pada 2016, Kejati Sulawesi Selatan menyidik dugaan korupsi pengadaan 800 Cadangan aman Terkait dengan cadangan beras, Ganjar mengaku tidak khawatir meski terjadi pencurian itu sebab ketersediaan masih mencukupi hingga awal tahun mendatang dan Bulog masih membeli gabah petani. Djoni Ashari menambahkan, cadangan beras masih tersedia 221 ribu ton dan mencukupi hingga Februari 2018.[Leo]

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *