Bupati Semarang Mundjirin Apresiasi Rawa Pening Jadi Wisata Yang Mendunia

SWARASEMAR.COM, Kab. Semarang | Rawa Pening menjadi destinasi wisata berkelas dunia nampaknya tak perlu diragukan lagi jika digarap dengan serius. Kondisi danau seluas 2700 hektar yang terletak di Kabupaten Semarang ini bahkan bisa menopang perekonomian daerah.

Bukan hal mustahil menjadikan danau legenda a�?Baru Klinthinga�� ini dikenal oleh masyarakat luas, bahkan hingga ke mancanegara. Namun, perlu sinergi yang kuat untuk menggarap danau alam yang lokasinya berada diantara kaki Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran itu.

Jika seluruh elemen terkait, baik pemerintah, masyarakat maupun para pengusaha dapat mengelola danau yang membelah empat kecamatan di Kabupaten Semarang ini secara baik dan benar, maka Rawa Pening dapat menjadi wisata kelas dunia. Akan banyak investor yang mau masuk berpartisipasi seperti mengembangkan wisata alam, mendirikan penginapan, rumah makan hingga arena permainan air. Dengan begitu bisa memikat wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung.

Namun disayangkan, saat ini permasalahan utamanya itu ada pada luasnya gulma enceng gondok yang mencapai 70% permukaan dan menutup keindahan rawa. Belum lagi masalah pendangkalan tinggi air danau yang berada di sekitar kawasan itu.

Pemanfaatan gulma berupa eceng gondok dengan baik sebagai bahan baku produksi hiasan dan seni kreatif akan menunjang perkembangan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bahkan eceng gondok juga dapat dijadikan sebagaiA� bahan bakar, sehingga mampu mengurangi populasi enceng gondok dan sumber air bisa tetap terjaga.

Dadang Rizki, Deputi Bidang Pengembangan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata RI mengapresiasi langkah investor yang turut mempromosikan wisata Rawa Pening. Pihaknya pun siap melalukan sinergi membangun Rawa Pening menjadi wisataA� berkelas dunia.

a�?Untuk menjadikan Rawa Pening sebagai destinasi wisata berkelas dunia itu harus memenuhi standarA� global, seperti atraksi, akses dan amenitasnya,a�? terangnya.

Untuk atraksi misalnya, apaA� saja yang bisa menjual harus dikelola.A� Seperti atraksi yang berbasis alam, budaya dan buatan. Sedangkan dari sisi akses sudah sangat memenuhi.

a�?Untuk di kawasan wisata, akses bisa distandarkan secara global, seperti ada cable car yang membentang di atas danau untuk memudahkan wisatawan menikmatiA� Rawa Pening,a�? jelasnya.

Sedangkan dari sisi Amenitas, perlu ada akomodasi seperti homestay desa wisata, dan menciptakan rumah rumah wisata. Untum mewujudkan itu semua, harus ada sinergi yang kuat.

a�?Mimpi itu dapat terwujud jika semua saling bersinergi. Dan kami dari Kementerian Pariwisata siap mendukung dengan tim teknis yang ada, seperti terkait pengembangan destinasi dalam mendukung Rawa Pening jadi wisata dunia,a�? tegasnya.

Bupati Semarang, Mundjirin mengapresiasi dan berterima kasih atas langkah yang dilakukan investor untuk mengembangkan kawasan itu. Diakuinya, tidak terhitung jumlah anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan juga menteri yang sudah datang meninjau Rawa Pening.

Mundjirin akan segera membentuk tim khusus untuk mengembangkan dan mengelola Rawa Pening, sehingga setiap intansi tidak berjalan sendiri-sendiri. Jika Rawa Pening dikelola secara baik dan benar, maka selain mengangkat perekonomian masyarakat dan daerah, juga menghindarkan dari bencana alam.

a�?Rawa Pening ini bukan warisan nenek moyang, tetapi titipan untuk anak cucu. Bayangkan jika sedimentasi banyak dan menjadi dangkal. Danau tidak bisa menampung air yang banyak, akibatnya luapan air akan meluber ke lingkungan sekitarnya,a�? tandasnya.[Red]

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *