Kenaikkan Harga Garam Tidak Dinikmati Petani Garam

SWARASEMAR.COM, Grobogan | Naiknya harga garam di pasaran tidak dirasakan petani garam di Kabupaten Grobogan dan Pati, Jawa Tengah, mereka menyatakan karena cuaca yang tidak menentu dan masih sering hujan, maka tidak bisa berproduksi untuk ikut menikmati kenaikan harga komoditas tersebut.

Seorang petani garam asal Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Suparwi, mengatakan, lahan tambak garam miliknya seluas tiga hektare belum bisa digunakan untuk memproduksi garam, karena masih sering hujan.Padahal, kata dia, harga jual garam saat ini mencapai Rp3.700, sedangkan tahun lalu hanya Rp550 per kilogram.

Sementara saat ini, kata dia, ketika harga melonjak, petani garam tidak memiliki stok, karena lahannya tidak bisa diolah.Sarwo, juga petani garam, menyatakan bahwa lahan tambak garamnya hingga kini belum bisa digunakan, karena cuacanya belum mendukung.

Untuk mengisi waktu luang sambil menunggu datangnya musim kemarau, dia mencoba, memelihara udang, namun tidak membuahkan hasil. a�?Ternyata, cuaca yang tidak menentu turut memengaruhi pertumbuhan udang, sehingga tidak bisa besar karena stres,a�? ujarnya.

Ketika cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, kata dia, petani garam sebetulnya masih bisa berproduksi dengan menggunakan media geoisolator atau plastik pelapis tambak garam.

Informasinya, kata dia, “dengan cara seperti itu masa panennya lebih pendek, dibandingkan menggunakan media tanah.a�?Kami berharap, pemerintah memberi bantuan plastik sebagai alas tambak,a�? ujarnya.[Red]

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *