Melawan Maut, Siswa Ngombak dan Kentengsari Kecamatan Kedungjati Grobogan Harus Menyeberangi Sungai untuk Sekolah

SWARASEMAR.COM, Grobogan | Sungai Tuntang yang membelah dua desa yakni Desa Ngombak dan Desa Kentengsari, Kecamatan Kedungjati, Grobogan menjadi semakin sulit dilalui ketika musim hujan tiba. Apalagi selama ini warga hanya mengandalkan akses melintasi sungai Tuntang untuk lebih mempersingkat jarak tempuh, tentunya ini sangat berbahaya karena sewaktu-waktu air bisa naik.

Tidak adanya jembatan menyebabkan warga setempat harus menempuh bahaya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Warga di kedua desa itu mengharapkan adanya bangunan jembatan yang menghubungkan kedua wilayah itu.

a�?Akses terdekat memang dengan menyeberangi sungai Tuntang. Kalau mau memutar juga bisa sebenarnya. Tapi jarak tempuhnya bisa sampai lima kilometer,a�? ujar Sugiyono, warga Dusun Ngawuran, Desa Kentengsari seperti yang dikutip dari murianews.com, Rabu (26/7).

Melakukan berbagai aktivitas dengan menyeberangi sungai selebar 50 meter itu bisa lebih mudah lagi ditempuh jika kondisi air dangkal. Seperti saat musim kemarau seperti ini. Saat ini, kedalaman air berkisar 1-2 meter.

Untuk pengaman, warga memasang tambang berukuran cukup besar yang dikaitkan di kedua sisi sungai. Saat menyeberang, salah satu tangan warga berpegangan pada tambang.

Saat anak sekolah berangkat dan pulang, aktivitas warga di lokasi tersebut terlihat lebih ramai. Para orang tua menggendong anaknya menyeberangi sungai supaya pakaiannya tidak basah.

Jika orang tuanya tidak sempat mengantar, sejumlah bocah bersama menyeberangi sungai. Biasanya, mereka melepas pakaian sekolah dan sepatunya dan mengenakan kaos dan celana biasa.

Ketika sudah sampai seberang sungai, mereka mengenakan lagi seragamnya. Sedangkan, kaos dan celana pendek yang basah dilepas dan dimasukkan tas plastik.

a�?Melakukan aktivitas dengan menyeberangi sungai sudah jadi rutinitas sehari-hari kalau debit sungai turun. Kalau sungai penuh air, terpaksa kita lewat jalur memutar,a�? imbuh Hartejo, warga lainnya.

Kepala Desa Ngombak Kartini mengatakan, setiap hari terdapat ratusan orang yang memanfaatkan jalur sungai untuk beraktivitas. Baik anak sekolah, petani dan pedagang.

Terkait dengan kondisi itu, memang sempat muncul usulan untuk membangun sebuah jembatan gantung.

a�?Untuk saat ini pihak desa belum memungkinkan untuk membuat jembatan. Kami butuh dukungan dari Pemkab, provinsi atau pusat untuk merealisasikan usulan warga,a�? jelasnya.[Red]

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *