Kebakaran Kapal di Juwana Pati Akibat Ledakan Ruang Mesin Kapal

SWARASEMAR.COM, Juwana-Pati | Sedikitnya 18 kapal terbakar di Sungai Silugonggo, Bakaran, Juwana, Pati, Sabtu (15/7) pukul 12.45 WIB lalu. Akibat kebakaran ini, tiga orang menderita luka bakar. Dua di antaranya dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang, dan seorang di RS Budi Agung Juwana.

Tiga korban itu yakni Edi Siswanto (28) dan Karbani (45) keduanya wargaTrimulyo Kayen Pati dirujuk ke RSUP Kariadi, serta Supardi (48) warga Bajomulyo RT 04/04 Pati dirawat di RS. Budi Agung Juwana.

Dua anak buah kapal (ABK) yang dirawat di IGD RSUP dr Kariadi merupakan ABK Makmur Jaya Bahari, mengalami luka bakar 50 persen.

“Mereka tiba di Semarang dalam kondisi sadar. Sudah diinfus dan diperban. Saat ini masih perawatan intensif,” kata Kepala Pelaksana IGD, Rusmi, Sabtu (15/7).

Dua ABK itu bernama Edi Siswanto (24) dan Karbani (45). Mereka warga Desa Trimulyo, Kayen, Pati.
Staf Humas RSUP Dr Kariadi, Aditya menuturkan, sempat berbincang dengan dua ABK itu, sebelum ditangani tim medis. Keterangan Karbani, kejadian sekitar pukul dua siang.

“Kapal yang mereka tumpangi menunggu giliran parkir. Posisi masih di selatan pelabuhan,” ujarnya.
“Posisi mesin kapal tak dinyalakan. Saat giliran parkir, Pak Karbani ini menyalakan mesin. Tiba-tiba ada ledakan di ruang mesin,” imbuh Aditya menirukan keterangan Karbani.

Dia berujar posisi Edi berada dalam ruang mesin, saat ledakan terjadi. “Luka bakar yang paling parah diderita Edi. Saya lihat kupingnya bengkak, kulit kepala juga mengelupas,” bebernya.
Masih menurut keterangan Karbani, ledakan itu membakar kapal yang dia tumpangi. Api pun merembet ke kapal yang berdekatan.

“Karbani dan Edi selamat lantaran ditolong nelayan setempat menggunakan perahu. Begitu keterangan yang saya dapat, sebelum dua orang itu dibius tim medis kami,” kata Aditya.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Juwana, Edi Sukisno mengatakan, untuk memadamkan kapal yang terbakar, sejumlah petugas baik dari TNI, Polri, UPP Juwana, Polair, dan lainnya dikerahkan.

Dia menjelaskan, titik api berada di sebelah utara Pulau Seprapat, sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Juwana. Hal itu membuat api tak bisa dijangkau petugas pemadam kebakaran.

“Evakuasi yang dilakukan mengamankan kapal yang ada di sekitar titik api. Petugas hanya bisa melakukan pemadaman api menggunakan alat sederhana berupa apar,” bebernya.

Menurutnya, sulitnya titik api dijangkau petugas pemadam kebakaran membuat api merembet ke kapal yang lain. “Tadi ada 14 kapal yang terbakar. Dua kapal cantrang dan 12 kapal purseine. Namun itu belum pasti jumlahnya. Karena bisa jadi ada tambahan,” kata Edi.[Red]

Baca Berita Sebelumnya:

***


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *