Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Membuka Pelayanan Penukaran Uang di GOR Tri Lomba Juang

swarasemar.com | Masyarakat kota Semarang dan sekitarnya yang ingin menukarkan uang dapat dilayani Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah mengandeng tujuh bank di GOR Tri Lomba Juang Semarang.

“Tujuh perbankan ini mewakili 58 bank yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penukaran uang menghadapi Lebaran tahun ini,” kata Kepala BI Kanwil Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo di Semarang, Selasa (6/6).

Penukaran uang sendiri dilakukan melalui mobil kas keliling dari masing-masing perbankan. Perbankan yang terlibat pada penukaran uang tersebut, yaitu Bank Jateng, Maybank, BTN, BRI, Bank Mandiri, BCA, dan BNI.

Pada kesempatan tersebut pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menukar uang secukupnya atau sesuai dengan kebutuhan.

“Pengalaman kami selama ini, uang yang baru saja ditukarkan sudah masuk lagi ke bank, sehingga tidak perlu menukar uang melebihi kebutuhan,” katanya.

Pada kegiatan tersebut, sejumlah bank juga mampu melayani penukaran dengan menggunakan mesin “electronic data capture” (EDC).

Sementara itu, selain kerja sama dengan perbankan, dikatakannya, BI juga melakukan layanan kas keliling baik di dalam kota maupun luar kota.

“Untuk kas keliling di dalam kota akan menjangkau beberapa pasar tradisional dan modern, seperti Pasar Jatingaleh, Johar, dan Peterongan,” katanya.

Sedangkan untuk kas keliling di luar kota akan melayani baik wilayah pantura di sekitar Kota Kudus dan Rembang, maupun di wilayah selatan di Kota Wonosobo, Magelang, dan Salatiga.

Meski melayani penukaran uang melalui kas keliling, dikatakannya, untuk layanan kas di Kantor Perwakilan BI Jateng akan tetap dilakukan, tetapi khusus untuk penukaran uang rusak, dicabut, dan ditarik dari peredaran.

Ponco mengatakan untuk layanan penukaran uang ini dipenuhi dengan uang rupiah Tahun Emisi 2016. Menurut dia, sejak peluncuran uang pada 19 Desember 2016, jumlah uang yang diterima Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia di Jakarta sebanyak Rp8,4 triliun.

“Uang tersebut selanjutnya didistribusikan ke Kantor Bank Indonesia di Solo, Purwokerto, Tegal, dan DIY,” katanya.

Sebagai rinciannya, Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang menerima 42,2 persen, Kantor Perwakilan BI DIY menerima 18,6 persen, Kantor Perwakilan BI Solo menerima 17 persen, Kantor Perwakilan BI Tegal menerima 13,9 persen, dan Kantor Perwakilan BI Purwokerto menerima 8,4 persen.

“Semarang sebagai kota pusat perekonomian Jawa Tengah, membutuhkan uang rupiah dalam jumlah yang paling banyak dibanding kota lainnya,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data, dari sisi nominal, kebutuhan uang pecahan besar di Semarang didominasi oleh pecahan Rp50.000 yang mencapai 49,5 persen dari total kebutuhan uang.

Sedangkan untuk kebutuhan uang pecahan kecil didominasi oleh pecahan Rp20.000 yang mencapai 12 persen. Selanjutnya kebutuhan uang logam terbanyak adalah nominal Rp1.000 yang mencapai 0,1 persen dari total kebutuhan uang di Semarang.[Red]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *